Profile Lulusan

Berbagai peran yang dapat dilakukan oleh lulusan program studi Teknologi Pangan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan masa perkuliahan.


Profil Capaian Pembelajaran
Konsultan

Salah satu prospek kerja lulusan teknologi pangan adalah konsultan. Konsultan memberikan konsultasi terkait suatu produk makanan. Konsultasi yang diberikan terkait tentang kualitas produk makanan, kandungan gizi, dan keamananya ketika dikonsumsi. Selain itu, sebagai konsultan pangan dan gizi dapat memberikan konsultasi terkait produksi, pemasaran, hingga market trend tentang makanan. Setiap keahlian yang diperlukan tersebut dipelajari di teknologi pangan, baik pada pembelajaran di kelas maupun dalam praktikum.

Asisten peneliti di bidang pangan

Lulusan Teknologi Pangan dapat menjadi asisten peneliti di lembaga penelitian atau industri dengan keterampilan pemecahan masalah, analisis teknik, desain teknik, dan keterampilan komunikasi lisan dan tertulis. Di bidang akademik, lulusan dapat menjadi guru di sekolah kejuruan, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk menjadi dosen. Selama menjadi mahasiswa, Program Studi Teknologi Pangan juga mengakui Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Penelitian (PKM-P) yang terdanai untuk dapat disetarakan dengan tugas akhir sehingga dapat melanjutkan ke sidang tugas akhir. Sedangkan untuk PKM-P yang menjuarai pimnas tidak diwajibkan mengikuti sidang tugas akhir. Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada para mahasiswa dalam bidang penelitian.

Pengembang produk pangan

Pada setiap perusahaan memiliki satu divisi khusus yang menangani produk. Tidak terkecuali perusahaan yang bergerak di bidang industri makananDengan bekal yang dimiliki selama kuliah di teknologi pangan, posisi sebagai pengembang produk pangan sangatlah cocok. Terlebih sebagai pengembang produk pangan nantinya peran yang dimiliki sangat penting. Karena selain bertanggung jawab atas mutu produk yang dikembangkan, juga bertanggung jawab menjaga resep rahasia dari produk tersebut.

Ahli pengolahan pangan

Teknologi pangan adalah ilmu yang mempelajari segala proses pengolahan bahan pangan menjadi makanan yang bisa dikonsumsi dan tetap menjaga atau bahkan meningkatkan kandungan nutrisinya. Berbagai proses pengolahan bahan makanan dipelajari, muali dari hasil perairan, perkebunan, pertanian, peternakan, dan berbagai bahan alam lainnya. Proses yang tersebut meliputi pasca panen, sortasi, pengawetan, pengemasan, distribusi, dengan menjaga dan memastikan hasil akhir aman untuk dikonsumsi dan tetap bergizi. Selain itu pada teknologi pangan juga disediakan berbagai mata kuliah pilihan yang diharapkan memberikan keahlian khusus bagi setiap mahasiswa sesuai minat masing-masing. Sehingga setelah lulus, lulusan teknologi pangan dapat menjadi ahli pengolahan pangan pada bidang yang dipilih.

Pengusaha

Wirausahawan sangat dibutuhkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan sebagai penggerak perekonomian negara. Oleh karena itu wirausaha diperkenalkan di level perguruan tinggi sedini mungkin untuk menciptakan mahasiswa sebagai agen perubahan. Ditambah lagi iklim pekerjaan di wilayah perkotaan di Kalimantan didominasi oleh wirausaha. Sehingga program ini menjadi sangat tepat untuk diterapkan. Kegiatan kewirausahaan dibagi menjadi 4 tahap, yaitu motivasi dengan pemberian pelatihan dasar kewirausahaan. Kemudian tahap inisiasi melalui pelatihan kewirausahan lanjut, kompetisi bisnis, atau himapreneur. Ketika mahasiswa melakukan pelatihan lanjut maka mahasiswa dapat menjalankan bisnisnya. Dalam tahap ini mahasiswa akan diberikan pelatihan secara rutin dan kontinyu. Terakhir, bisnis yang dikembangkan oleh mahasiswa dapat dilakukan pembimbingan lanjutan melalui wadah Inkubator Bisnis Teknologi (IBT).